Search This Blog

Sunday, July 19, 2009

i love it so much

Beberapa yang gue suka adalah kehidupan yang glam. Why? Karena itulah dunia yang
banyak tantanganya, ada beberapa orang yang gue kagumi memiliki kehidupan glam. Bahkan kebanyakan orang yang gue kenal kehidupanya lumayan glam. Ya itu dia yang membuat gue termotivasi untuk memiliki hidup yang glam. Dan gue suka travelling istilah ndesonya nge bolang sama temen2. Tapi itu dia yang ga bisa gue lakuin sekarang. Karena udah kelas xii the last grade, produktifitas harus gencar terus. Belum lagi ada masalah2 psikologis yang bikin gue harus muter otak lebih kenceng lagi. Karena udah kelas xii gue harus menyimpan dulu semua angan2 yang ga ada hubunganya dengan edukasi, dan itu cukup ngebuat gue tersiksa. Tapi, setelah difikir ulang, ada satu cita2 yang bikin gue bangga. Di luar sana ada seorang motivator pribadi gue yang selalu ngingetin gue kalo sekarang memang waktunya untuk bersusah payah, dan suatu saat nanti gue bertekad, gue akan mengunjunginya dengan jerih payah gue sendiri untuk mengucapkan rasa terimakasih gue kepadanya, tentu saja sekalian travelling dengan hasil jerih payah gue sendiri.

Kalau dia baca posting ini,
semoga aja dia bisa tersenyum di sela2 kesibukanya yang padat.
amin.

Fikiranku Terus Digelayuti Olehnya

Ketika semuanya berjalan begitu datar di hari sabtu malam yang indah tiba2 semua yang sudah mulai tertutup rapat seolah mendobrak lagi. Terutama soal dia. Ya, cuma dia. Apa itu rumit? Sebenarnyatidak, hanya saja aku yang dimalam itu sedang haus akan keberadaanya di sini. Di hatiku. Mungkin karena ada sebuah cerita dibalik semua ini.

Aku dan dia hanya bisa bilang 'sampai jumpa' walau aku tak menginginkan
ya. Ingin ku berteriak kepadanya, 'Hatiku galau karenamu! Jika kau tidak bisa mengobatinya cukup lepaskan saja semua dirimu dalam fikiranku! Dan pergilah dari kehidupanku, dan jangan kembali lagi. Tolong... Jangan jauhi aku, jangan potong semua ini. Kau tahu aku mencintaimu kan? Kau sudah tahu kan? Tolong jangan berpura-2 lagi.

Sedikit demi sedikit k
ucoba mekepaskan beban itu. Tak tahan lagi rasanya untuk bisa pergi menemuinya. Namun, aku harus mempertahankan harga diriku, tapi rasanya tersiksa sekali. Tuhan, kalau Kau mendengarku, kabulkanlah permintaanku. Hanya satu ini. Izinkan aku untuk memimpikanya sekali saja, izinkan aku berkomunikasi didalamnya, izinkan ia mengetahui yang sebenarnya. Amin. Dan akupun terlelap di ranjang kamarku.

Dan setelah itu, akupun bermimpi tentangnya walaupun hanya dapat melihat wajahnya saja. Aku bahagia.






Didedikasikan untuk seseorang yang masih menggelayuti fikiranku.
Sampai saat ini, detik ini, dan sampai aku mengetik tanda titik.