Search This Blog

Monday, September 07, 2009

ketika semuanya hinggap disini


Ketika semuanya hinggap disini, terjadilah sebuah keajaiban dalam seisi hatiku.

Setiap tatapan berat yang telah dilayangkanya, kutangkap dengan sinyal positif

Sehingga aku dibuat tersipu malu karena semua yang terlihat tidak disengaja.

Kalau saja, aku sesempurna apa yang kau inginkan, akankah semua ini terjadi begitu saja.

Ketika semua kulihat begitu nyata, sampai seorang yang dia ceritakan kepadaku, hinggap di mataku sendiri.

Aku terpaku, ternyata dia tidak bohong, aku tak bisa rasakan apa yang terjadi.

Seakan darahku mengalir sampai ubun-ubun, aku mengingatnya.

Rasanya, aku ingin sekali dapat menangkap seperti apa bayanganya, walau hanya bayangan saja.

Ketika semua begitu sempurna untuk di bilang sebuah kesalahan, aku mengakui itu hal yang bodoh.

Setiap uraian kata satu sama lain, hinggap di depan mataku sendiri, aku tersipu malu

Namun, seketika itu kau rusak semua yang ada, hingga tak ada yang namanya kita.

Mungkin, kau juga merasakan apa yang kurasakan, sepintas aku memang membaca kembali kisah hidupku, namun hanya untuk dikenang, tidak untuk memulai cerita lagi.

Sejujurnya, ini semua hanya sebuah ilusi dari kehidupan nyata yang kujalani. Hanya sebagai sebuah pengalaman.

Namun ada dua hal yang masih ingin kukejar dan kutaklukan sendiri.

Yaitu, kamu.

Semua yang ada, tak perlu kusesali lagi, karena aku takberkorban apa-apa. Untungnya aku orang yang bisa mengendalikan metamorphosis.

Kuakui aku memang tertarik, tertarik secara metafisik dengan pancaran aura yang kau punya.

Namun ketika ku bercermin pada diriku sendiri, ku sadari aku bukan yang beruntung.


No comments: