Search This Blog

Thursday, January 28, 2010

Senyum untuk yang diakhir

Sebelum saya mencabik-cabik kamu menjadi serpihan debu yang bisa saya taklukan, saya tidak akan pernah menyerah.
Dan saya akan membuat segala strategi untuk melumpuhkan kamu dan akhirnya mencium kaki saya.
Walau cobaan yang secara tidak langsung yang kamu tumpahkan kepada saya adalah nyata.
Tak akan ada setetes air mata yang mengalir untuk menangisinya.
Jangan harap kau bisa menamparku lewat tanganmu, karena hanya saya yang mampu melakukan itu.
Dan perjuangan ini akan kau lihat nanti dan sebagai hasilnya kau akan bertekuk lutut didepan saya dan memohon kepada saya.
Dan saat itulah kau akan tahu, siapa saya sebenarnya.
Dan kaki saya sendiri yang akan menginjakmu nanti,


untuk mu
akan kulakukan itu.

Selamat menikmati.
Senyum ini akan mengembang di akhir nanti.

No comments: