Search This Blog

Thursday, November 11, 2010

21 November 2009

Happy Birthday to you.. Happy birthday to you.. Happy birthday.. Happy birthday.. Happy Birthday to you... Selamat ulang tahun... Kamu sudah hampir tujuh belas tahun sekarang. Aku bangga padamu karena saat ini bukanlah saat yang tepat untuk merayakan ulang tahunmu. Kamu ada di balkon lantai lima RSPAD Gatot Subroto sekarang.

Ibu mu sedang terbaring dan menderita gegar otak ringan dan sedang berjuang melawan vertigo yang dideritanya. Ayahmu tengah terlelap di luar dan merasakan kedinginan yang sangat. Pamanmu juga sedang terlelap di lantai balkon. Tadi, kamu habis les bimbel kan? Ah! Bukan.. Bukan.. Tadi pagi kamu habis ke Balairung untuk menghadiri bedah kampus. Kamu mengelilingi stand-stand rumpun kesehatan. Dari mulai Kedokteran sampai Keperawatan. Ya, saat ini kau sedang jatuh cinta dengan hal-hal yang berbau merawat.

Hari ini, 21 November 2009.. Tadi kamu pergi ke tempat nenekmu. Aku mengerti betapa lelahnya kamu. Aku tahu kamu sedang berada di titik tolak perjuanganmu di akhir kelas 3 sma ini. Aku tahu kamu sangat tertekan saat ini, dan kamu tidak ingin semua orang merasa khawatir kepadamu. Kamu hanya memendamnya sendiri di dalam hatimu. Aku mengerti perasaanmu. Kamu sangat kesal kepada adikmu sendiri ketika ia tidak bisa mandiri untuk belajar dan mengerjakan PRnya sendiri. Aku mengerti itu. Kamu berjuang untung mengalihkan perhatianmu, dan terus mengatakan kepada dirimu bahwa ibumu akan baik-baik saja. Aku tahu kamu akan mudah sekali menangis ketika temanmu sedang beristirahat dan membuka bekal makanan mereka yang dibuatkan oleh ibu mereka. Aku tahu kau berjuang untuk menjadi kuat.

Oke, kau meminta agar pamanmu mengantarkanmu ke rumah sakit itu. Tujuanya? Kamu ingin agar kamu di ulang tahunmu yang ke tujuh belas ini tidak sendirian. Kamu ingin bersama ayah dan ibumu. Walau kamu tidak mengutarakan itu kepada pamanmu, sehingga kamu harus membelikanya kopi terlebih dahulu agar ia mau. Kamu merasakan dinginya angin malam di malam ini. Kini kamu tahu bagaimana ayahmu juga sudah sangat sering menahan rasa dinginya untuk bekerja mencari nafkah untukmu dan yang lain. Namun kamu menikmatinya. Walau aku tahu, kamu sudah berkali-kali meneteskan air mata di perjalanan tadi. Kamu selalu senang akan keindahan kota jakarta saat malam hari, dan kamu menggunakan itu agar kamu tidak menangis lagi.

Dan sampailah kamu di balkon ini. Aku tahu saat ini kamu sedang berusaha untuk tetap senang. Walaupun aku tahu kau sangat ingin tahu siapa anak SMA yang bertanggung jawab atas kecelakaan terhadap ibumu. Aku tahu, kau sangat ingin membunuhnya tetapi kamu masih bisa meredam emosimu. Ah sudahlah, aku akan fokus kepadamu saja. Saat ini kau sedang melihat pucuk monas. Ya, di dalam fikiran kita sama. Emas itu begitu berkilau. Kamu bahagia bisa melihat keindahan malam ini. Lihat, sudah pukul 23:00 satu jam lagi kamu resmi menyandang umur 17 tahun. Ah, kamu mendesah lagi. Kamu mulai tersenyum ke arah monas.

"Selamat ulang tahun, put. Pasti ada hikmah dibalik semua ini. Kita kuat, put. Kita kuat."

Kamu menyemangati dirimu sendiri. Bulir air matamu jatuh. Aku harap, ini bulir air matamu yang terakhir jatuh untuk hari ini. Kamu mengusapkan air matamu. Dan berdiri. Kamu kembali ke ruangan ibumu sebentar. Aku tahu, kamu tidak ingin menambah beban orang-orang, kamu harus tersenyum. Kamu harus tersenyum. Malam itu, kamu terlelap dengan balutan jaket merah di lantai balkon, beralaskan tikar, bersama paman dan ayahmu. "good night, dear birthday girl"

Kamu di bangunkan pagi itu oleh ayahmu. Pukur 2:00 pagi. Kamu lahir menjadi anak 17 tahun sekarang. Ibumu yang sekarang menangis di hadapanmu. Ayahmu mengucapkan selamat ulang tahun kepadamu, lalu Ibumu. Ibumu hanya ingin meminta maaf karena tidak seharusnya ulangtahunmu dirayakan di rumah sakit. Kamu berusaha menenangkanya. Aku tahu, sebenarnya kamu juga mau menangis, kamu juga harus ditenangkan, dan kamu menahan dirimu.

Kejadian itu semua sudah hampir setahun berlalu. Namun kamu masih ingat persis. Kamu menikmati ulang tahunmu ke-17 itu. Aku tahu, itu adalah ulangtahun yang paling "indah" selama kamu hidup sampai saat ini. Sekarang sudah bulan November 2010. Dan sekarang jari-jarimu sedang mengetik laptopmu untuk menceritakan kisah hidupmu itu.

Tujuanya? Kamu mau mengevaluasi dirimu sendiri. Kamu sedang berfikir ulang tentang kado apa yang kamu mau untuk ulang tahunmu ke 18 nanti. Kamu menginginkan black berry? Hahaha.. Aku tahu itu. Tidak ada salahnya.

Tapi, aku tahu kamu mengurungkan niatmu lagi. Kamu sudah berhutang banyak kepada orang tuamu. Kamu juga sudah mengalami masa-masa sulit dengan mereka. Dimana kamu merayakan sweet seventeen-mu dengan kesederhanaan dan keikhlasanmu. Dan itu lebih berharga dari sebuah blackberry.

Sekarang, kamu mulai menyadari bahwa kamu rindu melihat monas dai balkon lantai 5. Kamu rindu melihat lampu tembak, yang menyorot ke angkasa dari hotel-hotel yang ada di sekeliling rumah sakit itu. Kamu rindu akan udara malam yang menusuk tulang itu. Kamu.. Ah, aku lebih suka kata "kita" untuk mewakili aku dan kamu. Oke, kita rindu saat itu semua. Kita rindu merasakan atmosfer yang berbeda, kita rindu untuk makan makanan padang di rumah makan padang di kantin rumah sakit itu. Kita rindu melihat halte busway yang bertuliskan RSPAD Gatot Subroto. Kita rindu itu semua.

Kini kita sadar, tidak butuh black berry atau penutupan ospek yang bisa membuat sebuah hari kelahiran itu menjadi berarti. Kita... Ah, kita.. kurang tepat sepertinya untuk mewakili satu orang. Saya sadar bahwa saya lebih suka perayaan hari kelahiran sama seperti tahun lalu. Bukan berarti saya menginginkan kecelakaan. Tapi, saya ingin semuanya lebih sederhana dan apa adanya. Seperti dulu. Saya tidak mau egois dengan memaksakan keadaan. Saya hanya inginkan itu.

Dengan adanya postingan ini, saya tidak ingin dikasihani. Saya hanya ingin berbagi pengalaman saya yang mungkin tidak semua orang merasakanya. Yang bisa saya simpulkan, bersyukurlah akan apa yang sudah didapat. Walaupun, hidup terasa tidak akan pernah sempurna. Namun, percayalah di balik ketidak sempurnaan itu, sudah tersimpan kado khusus yang terbungkus rapi hanya untuk kamu, saya, dan kita semua.

No comments: