Search This Blog

Friday, December 31, 2010

HNY!

happy new ear!

Last nite in 2010

HEyaaaaaaaa!

Tahun baru gue ngendon di rumah ajaaaaa! Shit! Have a amazing nite every body! Pray for me please~ :) Enjoy your time~ See you next year!

Friday, December 24, 2010

love everything about him

love his body

love his eyes

love his hair

chubby cheeks!

wanna see his dimple? there it is..

Thursday, December 23, 2010

i heart him










i heart him.




i heart you

i heart him much! love his dimple. love his smiling eyes. love his hair. love his cool hands. love everything on him. LOL! love his habits! buta man! i love someone who eat lots but his body still hot! ahahaha...

Tuesday, December 21, 2010

Siapapun. Tolong artikan ini..

Setiap ada benih yang sudah mulai tumbuh,
Aku ragu untuk menjaganya.
Kelihatanya sederhana?
Bagiku itu sulit.
Aku bukan orang yang terbiasa untuk memelihara hal semacam ini,
Karena, setiap aku coba, aku gagal.
Bunga yang aku tanam dulu memang terlalu istimewa.
Namun, benih bunga yang sekarang jauh lebih sederhana.
Sederhana.
Aku menyukainya.

Thursday, December 16, 2010

Cenat Cenut

Ah! Gila gue hari ini! Besok ada kuis Fisika. Someone, just pray for me please! You know what? Hri ini gue gila! Gila banget! Tidur cuma 1 jam! Baru tidur abis subuh! Tapi, badan gue belum menunjukan tanda-tanda. Fighting!!!

Oh ya, ada satu lagi..

Ahaha, mungkin. I've got a crush on someone! LOL! Do you believe that! :D
Just kidding.. ;) Ga boleh ada dulu yang namanya "crush". Bisa cenat cenut hati gue kalo kejadian beneran. :D

Ga tahu kenapa lagi suka pake kata cenat cenut akhir-akhir ini. Ahahaha.. Ayo berjuang semuanyaaaa!

Wednesday, December 15, 2010

Subhanallah~

Gue belom tidur.. :D Subhanallah..

Tuesday, December 14, 2010

Memory pat 2 #Cartoon



Ninja boy!

Anpan man!



Azuki chan!




Memori part 2

Entah kenapa, akhir-akhir ini, gue lebih menginginkan memori-memori masa lalu gue lebih baik menguap saja. Seperti memori masa-masa sekolah dasar sampai sekolah mnengah pertama. Karena, gue baru ngerasa hidup di sekolah menengah atas. Satu-satunya yang mau gue inget adalah, saat gue tertawa. Bahagia. Mungkin, kalo dihitung.. jika memori gue 18 tahun ini berdurasi 1 jam, mungkin, gue lebih milih punya memori yang berdurasi 5 menit dan itu pas gue bahagia aja. Ya, cuma 5 menit. Mungkin semua orang yang se"tipe" sama gue, berfikiran sama. Menghapus ingatan.

Dulu, pas masih SD, gue berangkat sekolah, selama 6 tahun dengan berjalan kaki. Bagi sebagian orang mungkin bilang, itu panas, bikin item, dll. Bagi gue, panas bukan penghalang. :D Di benak gue, masih tersimpan jelas gimana indahnya alam waktu itu. :D Bangun pagi-pagi sekitar jam 5 langsung mandi. Terus, belajar. Iya, belajar. Sampe jam 6. Terus, baru pakaian. Seragam putih merah. Gue terbiasa untuk ke buka pintu belakang rumah gue. Trus, liat pemandangan pagi, merahnya langit saat mentari menyapa, dinginya udara pagi. Karena dulu rumah gue masuk dalam kompleks asrama tentara, jadi alam sekitarnya dijaga banget. Ga jauh di belakang rumah gue ada semacam setu gitu(setu yang ada di kampung raden, kalo ada yang tau). Jadinya, pemandanganya lumayan deh. :)

Dulu, gue paling suka hari sabtu, karena apa? Karena pulangnya cepet. Pulangnya ya jam 9 atau 10-an. karena gue masuk pagi terus. Nah, pas pulang itu, matahari belum terlalu panas terik, tapi udaranya udah mulai hangat. Langitnya masih biru muda. Awanya masih putih bersih, kayak gumpalan gula-gula putih. Pohon-pohonya rindang dan bikin adem kalo lewat jalan setapak. Nikmatnya lagi, kalo ada angin berhembus. Wah, itu yang paling gue suka. Adem.

Gue, berangkat sekolah ataupun pulang sekolah, selalu sendirian. Jalan kaki. :D Temen-temen gue yang lain rumahnya agak jauh, jadi ga pernah bareng. Tapi, gue jadi seneng, karena ngerasa semua kenikmatan itu cuma punya gue dan cuma buat gue. Egois.

Kegiatan gue dulu pas siang adalah, ngaji di madrasah. Yang kemaren udah gue ceritain. Nah, gue labih suka jam-jam 3 sore atau jam 4 sore. Anpanman! Itu gue suka banget!!!!

:D udahan yak.. ada yg harus gue kerjain. bye~

Sunday, December 12, 2010

Memory part 1

Nostalgia ngeliat foto-foto jaman dulu emang lebih enak dibanding nginget-nginget jaman dulu. Ga ngerti ya? Ya intinya, gue lebih suka diingetin oleh foto dibanding ingetan gue sendiri. masih ga ngerti? ya sudahlah.

Gue jadi kalong lagi. :D Malem-malem gini males banget tidur. Maunya ngapain? Ya, maunya selain tidur. Apapun itu. Nonton TV kek, dengerin musik kek, Fesbukan kek, update blog kek, baca buku kek, gambar kek, apapun itu asal bukan tidur.

Hubunganya dengan paragraf gue yang di atas itu adalah, malem-malem itu pas banget buat konnsentrasi. Hidup gue lebih maksimal di malem hari. Gue lebih bisa ngatur suasana hati gue, terutama pas lagi berhubungan dengan memori jaman dulu. Gue buka-buka folder foto dan nemuin foto-foto gue waktu kecil.

Dulu, kami cuma bertiga. Ayah, Ibu, dan gue. :D Inget banget pas rekreasi-rekreasinya.
Gue masih madrasah. Gue masih inget setiap detil gedung madrasahnya. Pintunya yang coklat dengan kaca yang dicat kuning butek, ruangan dengan sarang burung walet dan kumuh, papan tulis dengan kapur yang berdebu, lapangan yang hijau, pohon kelapa kuning, pohon buah yang kayak apel (gue ga tau namanya, pokoknya daun pohonya itu permukaanya ijo permukaan bawahnya kayak coklat emas gitu dan buahnya kayak apel ijo dan manis. gue masih inget baju olah raganya warna kuning ijo. baju muslimnya warna putih putih. Sambil mengenakan baju muslim sambil jalan lewat jalan pintas rumput-rumput ilalang gitu gue sama nyokap masih latihan ngomong huruf 'r'. omongan gue waktu itu, "mutiarrrrrraa, mutiarrrrra, rrrrrarrrrrra memakai mutiarrrra".


1998 gue ke Kampung untuk pertama kalinya seumur hidup gue. Blitar. Gue mungkin ga begitu inget detil gue pake baju apa aja waktu disana. Tapi, gue inget gue naik keretadari stasiun jati negara. Yang malem-malemnya mati lampu. Gue liat masinisnya jalan-jalan megangin senter. Gue masih inget kereta gue ditimpukin orang pake batu. Gue masih inget pas pagi-pagi gue makan nasi goreng. Gue masih inget gue naik mobil pick up (ya tentu saja gue yang ada di sebelah supir, masa di belakang?) Gue inget kalo gue pernah ditanya ama bokap gue, "coba, jalan ke tempat mbah yang lewat mana?". dan gue jawab "belok kiri kan?(kayaknya waktu itu gue sok tau, tapi ternyata bener juga)". Gue inget waktu itu gue nelpon rumah nenek gue yang ada di jakarta pake telpon umum malem-malem sekitar jam 9. Gue inget gangguin belajarnya mas Hasim. Gue inget pagi-pagi gue mandi bareng sama sodara gue di bak cucian yang item. Gue inget ngeliat telor angsa gede banget. Dan telor itu dihadiahin buat oleh-oleh gue pulang. Gue inget pas gue berangkat ke makam bung karno, gue bareng keluarga yang lainya, gue ada di mobil dan yang paling belakang sama mas gue yang satu lagi (lupa gue namanya. maaf ya mas). Waktu itu ujan-ujan, trus ga tau kenapa mas gue luka tanganya, kena kaca. Terus, gue inget pas kami jalan ke waduk atau danau(entahlah) dan jalanya licin belok trus gue digendong di pundak bokap trus bokap gue yang meluncur turun udah kayak roller coaster aja dah. terus..... apa ya? udah kayaknya ingetan gue tentang blitar stak sampe situ aja. Dan gue belum pernah ke blitar lg ampe sekarang. sampe detik ini.

Mungkin kalo ada waktu gue unggah foto-foto waktu gue masih madrasah dulu ke sini. Udahan yak. Ada yang harus gue kerjain. Bye~

Saturday, December 11, 2010

kami ada untuk membantumu bangkit..

Hee menepuk punggung sang leader. Sang leaderpun tersenyum getir. Tanpa berkata apa-apa Hee tahu apa yang harus ia perbuat untuk menghibur sang leader. Ia memeluknya.

"Hyung, tidak apa-apa. Kita sudah berusaha keras. Kau tetap leader kami yang terbaik." Hee mengacak-ngacak rambut sang leader seakan ia lebih tua. Tidak bermaksud untuk melecehkan. Hee tahu bahwa leader juga manusia yang kadang tak bisa menahan emosinya, terutama disaat sedih seperti ini.

"Ayo hyung, lebih baik ke belakang panggung," Hee menggiring leadernya dan menutupi mata leadernya dengan tanganya. Ia sangat melindungi leadernya itu. Ia tidak ingin disebut pahlawan karena menolong leadernya seperti itu, ia hanya melakukan apa yang harus ia lakukan sebagai adik dari sang leader. Walaupun tidak ada hubungan darah, leader adalah orang yang paling ingin ia jaga. Seperti sang leader yang sudah bekerja keras melindunginya dan adik-adiknya.

"kami ada untuk membantumu bangkit, hyung. tidak usah khawatir akan hal itu." Hee menambahkan.

"Terima kasih " Sang leader tersenyum walaupun tidak bisa sejelas biasanya. "Aku harus kuat, bantu aku.."

Monday, December 06, 2010

biarkan kucing hitam itu mati dalam kesalahanya sendiri dan biarkan aku bahagia bersama rubahku di sini

dulu...
aku menginginkan seekor kucing hitam,
seekor kucing hitam yang biasa ku temui di taman kota.
selalu ku dekati agar dia mau ku bawa pulang..
tapi, ketika sudah ku beri ikan,
dia justru pergi ke tempat orang lain..
ya sudah, aku pulang saja...
sakit memang rasanya, seperti orang bodoh saja..

hari ini...
musim dingin datang..
aku kembali mengunjungi taman itu..
aku hanya ingin mencari suasana lama..
bukan untuk kembali mencarinya..
aku melihat rubah salju,
setidaknya rubah itu ramah sekali..
aku tidak berharap agar ia bisa ikut pulang bersamaku..
hanya ingin agar kami saling menyapa dan menyemangati setiap pagi
dan berteman baik saja..

itu lebih berhasil...

aku kembali bertemu kucing hitam itu..
aku hanya memberi tatapan sekilas saja..
namun dia mulai merajuk untuk ikut denganku..
aku bukan orang yang bisa melupakan rasa sakit dengan mudah..

lalu aku bilang kepadanya..
"kemanakah majikanmu?"

"dia ada,"

"
lalu? kenapa kau merajuk kepadaku?"

"karena aku tahu, kau lebih baik dari majikanku. "

"
kau mau? baiklah.. tapi dengarkan ceritaku dulu."

kucing hitam itu mengangguk.

"dulu, aku memintamu untuk jadi binatang peliharaanku. aku menunggumu untuk datang ke rumahku selama aku bisa menunggumu. aku mencarimu dan memberimu ikan setiap hari. tetapi kau tidak datang jua. sekarang apa yang kau sadari? tidakkah kau sadari dulu? ketika kebaikanku hanya kau abaikan. hingga setiap air mataku ini yang aku teteskan saat ini, hanya akan membuatku muak terhadapmu. haruskah aku bilang? kalau aku menyesal untuk mengenalmu. menyesal untuk bertemu denganmu. menyesal untuk menyia-nyiakan waktuku. dan dinginya udara hari ini akan jadi saksi.. jika aku menyesal untuk mengenalmu.." uraian air mataku jatuh.

kucing itu terdiam setelah melihat mataku. menunduk. tanpa berkata apa-apa.

" tidak ada peduliku untukmu," itu kat-kataa terakhirku untuknya. lalu aku pergi meninggalkan kucing hitam itu.

rubah salju datang menghampiriku tak jauh dari kucing hitam itu berada. rubah itu bertanya satu hal kepadaku.

"apa yang kau harapkan dari perkataanmu?"

"biarkan ia merasakan apa yang aku rasakan dulu. hanya ingin itu."

"dengan cara yang sama?"

"tidak, aku langsung berbicara kepadanya. apa adanya. dengan begitu tidak ada yang ditutup-tutupi. aku lega."

"kau tahu? menurutku kau itu kejam. tapi, aku suka caramu. aku turut berbahagia."

rubah salju tersenyum ke arahku. aku bersyukur bisa menemukanya. diantara putihnya salju, aku bisa menemukan matanya yang bijak, dan senyumnya yang hangat. sahabatku.

Saturday, December 04, 2010

:}

Hey,
What's up?

Entah kenapa saya jadi merasa terharu..
Ulang tahun saya yang ke - 18 tahun ini, membawa banyak sekali cinta..
Saya akui..
Ini adalah ulang tahun yang sangat aneh..
Selama saya hidup, baru sekali ini saya diberi kado yang banyak ^^ terima kasih. :)

Karena saya diberikan kesempatan untuk bertemu keluarga baru saya di kampus. Keluarga lama saya tetap terjaga. Terimakasih ^^.

Scanner, Gadget baru, Al-qur'an terjemahan, Kue ulang tahun, Handicraft khusus untuk saya, hugs n kisses, Sketching book, Fetuchini buatan teman saya dan khusus untuk saya, Bandeng Presto khas Surabaya khusus dibawakan untuk saya.

Satu lagi. Semua do'a yg di berikan kepada saya dan seluruh keikhlasan dan kesediaanya untuk mengenal saya secara dekat. Sedikit memori yang diikhaskan untuk saya, sedikit waktu yang dikorbankan untuk saya, terimakasih banyak.

:') terimakasih..