Search This Blog

Saturday, December 11, 2010

kami ada untuk membantumu bangkit..

Hee menepuk punggung sang leader. Sang leaderpun tersenyum getir. Tanpa berkata apa-apa Hee tahu apa yang harus ia perbuat untuk menghibur sang leader. Ia memeluknya.

"Hyung, tidak apa-apa. Kita sudah berusaha keras. Kau tetap leader kami yang terbaik." Hee mengacak-ngacak rambut sang leader seakan ia lebih tua. Tidak bermaksud untuk melecehkan. Hee tahu bahwa leader juga manusia yang kadang tak bisa menahan emosinya, terutama disaat sedih seperti ini.

"Ayo hyung, lebih baik ke belakang panggung," Hee menggiring leadernya dan menutupi mata leadernya dengan tanganya. Ia sangat melindungi leadernya itu. Ia tidak ingin disebut pahlawan karena menolong leadernya seperti itu, ia hanya melakukan apa yang harus ia lakukan sebagai adik dari sang leader. Walaupun tidak ada hubungan darah, leader adalah orang yang paling ingin ia jaga. Seperti sang leader yang sudah bekerja keras melindunginya dan adik-adiknya.

"kami ada untuk membantumu bangkit, hyung. tidak usah khawatir akan hal itu." Hee menambahkan.

"Terima kasih " Sang leader tersenyum walaupun tidak bisa sejelas biasanya. "Aku harus kuat, bantu aku.."

No comments: