Search This Blog

Saturday, February 05, 2011

Raina's Story

Aku tidak punya orang tua karena semuanya pergi. Mereka bercerai. Ibuku bunuh diri. Ayah entah kemana. Sejujurnya, aku bingung. Sekarang untuk kuliahpun aku tak punya biaya. Aku hampir kehilangan arah di umurku yang ke-11 waktu itu. Entah apa yang ada di fikiran Ibu waktu ia menembak kepalanya sendiri. Alasan yang ia tulis di surat akhirnya adalah..

aku tidak tahan untuk hidup sendiri. Aku tidak tahan jika melihat dia bersama wanita lain. Aku sungguh tidak tahan. Ia membenciku dan meninggalkanku. Aku tidak tahan..

Ia meninggalkanku begitu saja. Aku seorang gadis berumur 11 tahun saat itu hanya bediri di depan mayat Ibuku. Aku hanya berfikir Ibuku marah padaku. Karena Ibu tidak bangun-bangun-bangun. Di situlah aku mulai menangis. Karena aku bingung. Karena aku fikir Ibu sangat marah padaku.

Kalau saat itu aku sudah mengerti keadaan, Aku hanya akan berfikir untuk siapakah aku hidup? Sedangkan orang-orang yang ku cintai tidak mengindahkan keberadaanku. Untuk apa aku ada kalau aku ditinggalkan seperti itu. Untuk apa aku dilahirkan? Apakah aku tidak berarti untuk dilihat?

Aku mengambil pulpen dan menulis balasan di surat ibuku itu. Di umurku yang ke-11 itu. Aku menulis apa yang ada di fikiranku saat itu.

Ibu, kenapa ibu tidak mau bangun?

Apa ibu marah padaku?

Ibu maafkan aku.

Tidak lama setelah itu, tetanggaku datang. Dan memeluku. Aku baru mengetahuinya. Ibuku sudah meninggal dunia.


Hey.. How's the story? Itu sepenggal cerita pendek yang sedang gue bikin. :) Semoga seminggu ke depan bisa kelar yaaa... :)

2 comments:

nizz arrahman said...

Lanjutkan!

dan masukkan LEETEUK ke dalamnya! ^^

kharis.blog said...

ogaaaah... leeteuk udah bosen gue.